Thursday, July 9, 2015

“KETIKA AKU, DIA, MEREKA PUNYA CERITA”


By: Amanda Retma Amaria/ 7H
          Hallo mbo’.... PMR SPENZA, merupakan sebuah organisasi di SMP Negeri 1 Kebumen. Apa itu PMR? PMR merupakan singkatan dari Palang Merah Remaja. Udah tau kan? Pasti udah lah, kan udah dikasih tau. PMR merupakan organisasi yang kata kakakku punya ruang kesehatan sendiri yaitu UKS, dibanding organisasi-organisasi yang lain. Kami para manusia PMR pun sangat bangga
dengan hal itu. Memang, PMR kami belum memiliki nama yang konyol seperti sekolah tetangga yaitu PAMERSEGA (PMR Spenaga). Tetapi hal itu tidak menjadi permasalahan bagi kami, para manusia PMR Madya Spenza.
           Nampak aneh memang, tetapi tidak bagi kami para makhluk PMR Spenza yang imut, lucu, cerdas, pintar, suka menolong, ramah, dan tidak sombong. Semangat dengan jargon yang kami punya yaitu “Siamo!!? Siamo, siamo, siamo yeessss!!!” yang sangat makknyusss terus


 menemani kami ketika kami berlatih untuk mencari ilmu, karena kami juga manusia yang haus akan ilmu. PMR kami telah memiliki banyak anggota, namun karena ekstra ini tidak wajib, ada sedikit hambatan yaitu dari sekian banyak anggota PMR Spenza, hanya beberapa persen yang rajin berangkat untuk mengikuti kegiatan. Yaahh namanya juga manusia ada masa rajin dan bosennya sometimes. Tetapi, kita selalu memiliki jiwa semangat 45 dan kondisi yang selalu 55.
          Kami memiliki motto yaitu Siamo tutti frateli dan juga interarmacaritas yang berarti menolong tanpa membedakan ras, suku, budaya, dll. Menolong tidak hanya dengan uang mbo! Uang juga masih minta, apa kata dunia. Memang, orang kata kita masih remaja, namun menolong itu tidak melihat batasan usia, mau muda, remaja, tua, manula, bayi, penjabat, petani, pedagang, semua bisa menolong. Mulai dari yang mudah hingga rumit. Menolong tidak harus membantu langsung turun tangan kepada yang membutuhkan, namun bisa juga dengan kegiatan lain. Kegiatan BakSos ini juga ada di PMR kami lohh. Selain itu PMR Spenza juga memiliki banyak kegiatan yang dapat membantu dan meningkatkan kerjasama, gotong royong, dan silaturahmi. Seperti latihan gabungan bersama unit PMR Madya lain seperti SMP N 3 Kebumen dan SMP N 4 Kebumen dan PMR Wira SMA N 1 Kebumen, Lomba Henry Dunant Cup, penghijauan, pemeriksaan jentik nyamuk, peringatan hari HIV/AIDS sedunia, Jumbara, pelatiha rutin, ikut kegiatan Forpis PMI, LDK PMR sekabupaten, tracking, dll. Dengan adanya kegiatan ini kami menjadi sangat bersemangat untuk mengikuti kegiatan PMR.
PMR tidak semata-mata diadakan tanpa tujuan. Tujuan pembinaan dan pengembangan PMR antara lain : Penguatan kualitas remaja dan pembentukan karakter. Anggota PMR sebagai contoh dalam berperilaku hidup sehat bagi teman sebaya (peer motivator). Anggota PMR dapat memberikan motivasi bagi teman sebaya untuk berperilaku hidup sehat. Anggota PMR sebagai pendidik remaja sebaya. Anggota PMR adalah calon relawan masa depan. Dengan tujuan tersebut anak-anak PMR menjadi semakin terarah menjadi anak yang berperilaku positif dan bertingkah seperti tujuan pastinya. Selain itu, PMR juga meiliki 7 prinsip yaitu 1. Kemanusiaan, 2.Kesamaan, 3. Kenetralan, 4. Kemandirian, 5. Kesukarelaan, 6. Kesatuan, 7.  Kesemestaan. Dengan adanya prinsip tersebut kami dapat menjadi pribadi yang sesuai dengan prinsip tersebut.
          Manusia PMR Madya Spenza telah melewati suka duka bersama. Kita saling membantu layaknya saudara. Kebersamaan itu sangat penting bagi kami. Bagaikan bangunan tanpa tiang, bangunan itu tidak akan berdiri kokoh, tali persaudaraan kamipun seperti itu. Latihan, senang, sedih, kerjasama, gotong-royong, bergurau, piket, diuji, kita lalui bersama. Dengan yel-yel yang selalu menemani kami, kami selalu teringat akan organisasi yang memberi semangat untuk kami. Dibalik semangat kami yang membara-bara, tampak sosok yang begitu luar biasa yaitu mbak Dewi Anggraeni dan Ibu Nur Syangadah. Layaknya ibu dalam keluarga yang tidak pernah mengenal lelah mengajarkan hal-hal baik kepada kami dan tidak ragu menegur kami apabila kami salah. Pada intinya, beliau tidak pernah menyerah memberikan semua yang terbaik untuk kami. Sama halnya dengan ketua umum PMR kami. Ridho panggilannya, ia selalu  memimpin kami dengan seluruh kemampuanya. Dan ia juga selalu berusaha memprioritaskan kepentingan bersama untuk yang terbaik bagi PMR kami. Kami sangat berterimakasih kepada mbak Dewi Anggraeni dan Ibu Nur yang telah mendidik dan membimbing kami dengan usahanya yang begitu luar biasa. Mungkin tanpa kehadiran beliau PMR Spenza tidak akan berdiri dan hidup layaknya makhluk hidup. Terimakasih semua, kita jadikan PMR Spenza ini menjadi pegangan dalam berakhlak bagi kita.

No comments:

Post a Comment