
By: Amanda Retma Amaria/ 7H
Hallo
mbo’.... PMR SPENZA, merupakan sebuah organisasi di SMP Negeri 1 Kebumen. Apa
itu PMR? PMR merupakan singkatan dari Palang Merah Remaja. Udah tau kan? Pasti
udah lah, kan udah dikasih tau. PMR merupakan organisasi yang kata kakakku
punya ruang kesehatan sendiri yaitu UKS, dibanding organisasi-organisasi yang
lain. Kami para manusia PMR pun sangat bangga
dengan hal itu. Memang, PMR kami belum memiliki nama yang konyol seperti sekolah tetangga yaitu PAMERSEGA (PMR Spenaga). Tetapi hal itu tidak menjadi permasalahan bagi kami, para manusia PMR Madya Spenza.
dengan hal itu. Memang, PMR kami belum memiliki nama yang konyol seperti sekolah tetangga yaitu PAMERSEGA (PMR Spenaga). Tetapi hal itu tidak menjadi permasalahan bagi kami, para manusia PMR Madya Spenza.
Nampak aneh memang, tetapi tidak bagi kami
para makhluk PMR Spenza yang imut, lucu, cerdas, pintar, suka menolong, ramah,
dan tidak sombong. Semangat dengan jargon yang kami punya yaitu “Siamo!!?
Siamo, siamo, siamo yeessss!!!” yang sangat makknyusss terus
menemani kami ketika kami berlatih untuk mencari ilmu, karena kami juga manusia yang haus akan ilmu. PMR kami telah memiliki banyak anggota, namun karena ekstra ini tidak wajib, ada sedikit hambatan yaitu dari sekian banyak anggota PMR Spenza, hanya beberapa persen yang rajin berangkat untuk mengikuti kegiatan. Yaahh namanya juga manusia ada masa rajin dan bosennya sometimes. Tetapi, kita selalu memiliki jiwa semangat 45 dan kondisi yang selalu 55.
menemani kami ketika kami berlatih untuk mencari ilmu, karena kami juga manusia yang haus akan ilmu. PMR kami telah memiliki banyak anggota, namun karena ekstra ini tidak wajib, ada sedikit hambatan yaitu dari sekian banyak anggota PMR Spenza, hanya beberapa persen yang rajin berangkat untuk mengikuti kegiatan. Yaahh namanya juga manusia ada masa rajin dan bosennya sometimes. Tetapi, kita selalu memiliki jiwa semangat 45 dan kondisi yang selalu 55.
Kami
memiliki motto yaitu Siamo tutti frateli dan juga interarmacaritas yang berarti
menolong tanpa membedakan ras, suku, budaya, dll. Menolong tidak hanya dengan
uang mbo! Uang juga masih minta, apa kata dunia. Memang, orang kata kita masih
remaja, namun menolong itu tidak melihat batasan usia, mau muda, remaja, tua,
manula, bayi, penjabat, petani, pedagang, semua bisa menolong. Mulai dari yang
mudah hingga rumit. Menolong tidak harus membantu langsung turun tangan kepada
yang membutuhkan, namun bisa juga dengan kegiatan lain. Kegiatan BakSos ini
juga ada di PMR kami lohh. Selain itu PMR Spenza juga memiliki banyak kegiatan
yang dapat membantu dan meningkatkan kerjasama, gotong royong, dan silaturahmi.
Seperti latihan gabungan bersama unit PMR Madya lain seperti SMP N 3 Kebumen
dan SMP N 4 Kebumen dan PMR Wira SMA N 1 Kebumen, Lomba Henry Dunant Cup,
penghijauan, pemeriksaan jentik nyamuk, peringatan hari HIV/AIDS sedunia,
Jumbara, pelatiha rutin, ikut kegiatan Forpis PMI, LDK PMR sekabupaten,
tracking, dll. Dengan adanya kegiatan ini kami menjadi sangat bersemangat untuk
mengikuti kegiatan PMR.
PMR tidak semata-mata diadakan tanpa tujuan. Tujuan pembinaan dan pengembangan PMR antara lain : Penguatan kualitas
remaja dan pembentukan karakter. Anggota PMR sebagai contoh dalam berperilaku
hidup sehat bagi teman sebaya (peer motivator). Anggota PMR dapat memberikan
motivasi bagi teman sebaya untuk berperilaku hidup sehat. Anggota PMR sebagai
pendidik remaja sebaya. Anggota PMR adalah calon relawan masa depan. Dengan tujuan
tersebut anak-anak PMR menjadi semakin terarah menjadi anak yang berperilaku
positif dan bertingkah seperti tujuan pastinya. Selain itu, PMR juga meiliki 7
prinsip yaitu 1. Kemanusiaan, 2.Kesamaan, 3. Kenetralan, 4. Kemandirian, 5. Kesukarelaan, 6. Kesatuan, 7. Kesemestaan. Dengan adanya
prinsip tersebut kami dapat menjadi pribadi yang sesuai dengan prinsip
tersebut.
Manusia PMR Madya Spenza
telah melewati suka duka bersama. Kita saling membantu layaknya saudara.
Kebersamaan itu sangat penting bagi kami. Bagaikan bangunan tanpa tiang, bangunan itu tidak akan
berdiri kokoh, tali persaudaraan kamipun seperti itu. Latihan, senang, sedih,
kerjasama, gotong-royong, bergurau, piket, diuji, kita lalui bersama. Dengan
yel-yel yang selalu menemani kami, kami selalu teringat akan organisasi yang
memberi semangat untuk kami. Dibalik semangat
kami yang membara-bara, tampak sosok yang begitu luar biasa yaitu mbak Dewi
Anggraeni dan Ibu Nur Syangadah. Layaknya ibu dalam keluarga yang
tidak pernah mengenal lelah mengajarkan hal-hal baik kepada kami dan tidak ragu
menegur kami apabila kami salah. Pada intinya, beliau tidak pernah menyerah
memberikan semua yang terbaik untuk kami. Sama halnya dengan ketua umum PMR
kami. Ridho panggilannya,
ia selalu memimpin kami dengan seluruh
kemampuanya. Dan ia juga selalu berusaha memprioritaskan kepentingan bersama
untuk yang terbaik bagi PMR kami. Kami sangat
berterimakasih kepada mbak Dewi Anggraeni dan Ibu Nur yang telah mendidik dan
membimbing kami dengan usahanya yang begitu luar biasa. Mungkin tanpa kehadiran
beliau PMR Spenza tidak akan berdiri dan hidup layaknya makhluk hidup.
Terimakasih semua, kita jadikan PMR Spenza ini menjadi pegangan dalam berakhlak
bagi kita.
No comments:
Post a Comment